11 Syawwal 1441 H

 171 total views,  6 views today

Jangan jadikan Alasan tidak sholat berjamaah di masjid karena Adanya wabah Corona. Bilang saja anda malas. Sebelum adanya virus Corona anda kemana saja?

IKRAR PARA PENDUSTA. Itulah yg mencegah umat berjamaah dan menutup Masjid.

Ikrar para munafik pendusta disaat salat berikrar sudah menyerahkan hidup dan matinya dalam berikrar, Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku kuserahkan, kupasrahkan pada Allah.

Orang-orang yang mendurhakai Allah dengan melarang ke masjidnya dan melarang berjamaah itu adalah munafik nyata karena mengingkari ikrarnya. Sesungguhnya manusia menyaksikan pengingkarannya sendiri. (Qs Al adiyat 100 :7).

CORONA MAHLUK HALUS YANG MELEMAH KETIKA TERKENA SUARA GELOMBANG KALAM SUCI

hadits Nabi:
Tidaklah suara Adzan didengar oleh pohon, lumpur, batu, jin dan manusia, kecuali mereka akan bersaksi untuknya. (H. R. Ibnu Khuzaimah).

Virus itu sejenis mahluk halus, dan sangat halus. Ia mendeteksi gelombang getaran manusia yang memancarkan gelombang ketakutan dan was-was. Setan selalu memunculkan ketakutan untuk membunuh keyakinan, sebab keyakinan yang lemah membuat Corona mampu berkembang sementara di tubuh manusia yang memancarkan gelombang suci maka Corona akan melemah bahkan mati.

Virus corona semakin berkembang dan mudah menyebar dalam suasana kepanikan. Itulah medianya dan itulah wadah mudahnya penyebaran itu.

Itulah sebabnya, mengapa dianjurkan ke Masjid, karena dalam arena Masjid gelombang energi yg bersih bisa membersihkan yang memiliki bibit Corona bahkan bisa meningkatkan imun dalam ketenangan dan dalam suasana di rumah Allah.

Begitu pula, Corona akan melemah ketika mendapatkan getaran Kalam suci seperti Adzan atau lantunan ayat-ayat suci Al Quran.

Mengapa di Eropa, Spanyol dan Jerman sudah mulai dilantunkan Adzan yang notabene yang sebelumnya dilarang? Karena mereka paham bahwa energi gelombang Kalam suci mampu melemahkan kehidupan virus.

Begitu juga sebelumnya di Cina Wuhan sana, mengapa yang memakmurkan Masjid tak tersentuh virus yang saat itu mewabah? Karena getaran gelombang suara dari Adzan dan lantunan ayat-ayat suci…

Apakah Allah dan RasulNya melarang mendatangi Masjid bahkan lancang menutup Masjid saat terjadi wabah?

Menutup masjid dan melarang jamaah itu kehendak Allah atau keinginan setan? Jelas keinginan setan…

PERSANGKAAN BURUK PADA ALLAH DIJADIKAN DASAR HUJAH PIKIRAN JAHIL.

Hindari berjamaah ke Masjid. Cukup shalat di rumah saja. Tutup masjid. Karena itu tempat berkumpul yg bisa menularkan penyakit dst berbagai alasan pembenaran.. Seribu alasan Iblis mampu membisikkan pada jalan pikiran manusia..

Lalu dengan pikiran itu yg dilisankan yang dikenal sebagai alim dengan label-label agama, menetapkanlah dengan memutuskan penetapan yang mendahului Allah dan RasulNya (Al Hujarat 1), dengan larangan berjamaah hingga masjid ada yang tergembok.

Lalu persangkaan buruk pada Masjid Allah tempat berkumpulnya hamba-hamba di rumah Allah dijadikan sebagai dasar hukum larangan berjamaah. Bahkan menutup Masjid.

Apakah mengikuti persangkaan itu sebagai hujjah adalah suatu kebenaran sementara sangat jelas persangkaan tidaklah mendekati kebenaran..

“Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 116).

Tidak ada ketaatan terhadap seseorang dalam mendurhakai Allah Yang Suci dan Maha Luhur.

IHTIAR MELAWAN CORONA DENGAN MERAMAIKAN MASJID.

Masjid benteng perlindungan yg aman dari wabah dan bencana. Allah sudah menggabarkan kepada mereka yg beriman dan berakal sehat, bahwa Masjid tetap berdiri kokoh disaat bencana. Bahkan para sahabat Nabi Saw menjadikan Masjid sebagai benteng disaat mengalami ketakutan akan sesuatu. Masjid Rumah Allah di muka bumi.

Di tengah kondisi yang penuh ketakutan yang menimpa umat, maka cara melawan Corona dengan mendatangi Rumah Milik Allah.

Jagalah adab dan perasaan Allah, jangan lancang menutup rumahnya tanpa Izin Rasulullah Saw (An Nur 62).

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan TIDAK TAKUT (kepada apa pun) KECUALI kepada Allah.

Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 18)

Dari Anas bin Malik RA Rasulullah bersabda:

Sesungguhnya apabila Allah ta’ala menurunkan penyakit dari langit kepada penduduk bumi maka Allah menjauhkan penyakit itu dari orang-orang yang meramaikan masjid.

Dari Anas bin Malik RA Rasulullah SAW bersabda:

Apabila Allah menghendaki penyakit pada suatu kaum, maka Allah melihat ahli masjid, lalu menjauhkan penyakit itu dari mereka.
Al-Imam al-Sya’bi, ulama salaf dari generasi tabi’in bekata:

Mereka (para sahabat) apabila ketakutan tentang sesuatu, maka mendatangi masjid. Al-Baihaqi, Syu’ab al-Iman (juz 3 hlm 84 [2951]).

Comment

Post populer