6 Sya'ban 1441 H

342 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tidak semua tulisan, penulis publikasikan di blog ini, sebagian penulis, tulis di blogspot yang di privasi pribadi. Karena untuk catatan pribadi, nasehat pribadi namun Insyaallah jika di kehendaki Allah, ngin penulis tulis di buku.

Yang di publikasikan di website ini hanya sebagian tulisan yang sudah terlanjur keposting, dan condong berkaitan dengan kritikan dan mungkin oleh pembaca cap sombong/terkesan sombong. Namun sebenarnya itu bukan sombong. Tapi semua itu karena pengaturan kata-katanya saja yang kurang tepat.

Dan penulis mohon maaf buat para pembaca tulisan-tulisan dalam blog ini, jika tidak sedikit yang tidak berkenan, dan tulisan memang penulis akui jauh dari kata ilmiah, mungkin dalam pengaturan kata-katanya masih acak-acakan, masih mengutamakan ego dan semisalnya. Namun untuk para ustadz-ustadz yang cerdas yang bergerak di bidang dakwah tauhid dan sunnah silahkan di kembangkan, atau di modifikasi lagi untuk bahan tausiyah/ceramah. Namun tulisan rata-rata masih belepotan, ”mohon maklum saja”.

Jika ada waktu santai/senggang penulis utamakan nulis untuk tidak di publikasikan. Penulis utamakan nulis untuk nasihat diri sendiri dulu yaitu menulis tentang motivasi dan inspirasi islam. Semua itu sebagian penulis ambil dari kisah perjalanan liku-liku penulis yang di modifikasi dan termotivasi dari membaca beberapa buku maupun termotivasi dari beberapa ustadz yang ceramahnya menyentuh qolbu dan sebagian besar hasil refensi dari beberapa buku.

Dan untuk sementara yang berkaitan dengan tulisan motivasi dan inspirasi islam penulis hanya bisa mengingat kan dengan beberapa kata yang semoga bisa memotivasi dan menginspirasi pembaca. Aamiin..

Yaitu buat yang sedang di timpa ujian: kesusahan, kesedihan dan berbagai macam musibah yang tidak mengenakan, bersabarlah. Percayalah di balik semua itu Allah sedang memiliki rencana yang lebih baik untuk anda, yang tidak anda ketahui atau sangka-sangka dan sadari, berprasangka lah yang baik kepada Allah, karena Allah sesuai prasangka hambanya. Jika anda sudah berdoa, sudah berusaha namun hasil tidak sesuai dengan yang anda inginkan kan. Tetap bersabarlah dan tetap berprasangka lah yang baik kepada Allah, mungkin itu yang terbaik untuk anda yang di berikan Allah kepada anda. Dan bisa jadi pula do’a anda di ijabahnya di tunda dan bisa jadi juga Allah menguji anda supaya lebih bersabar dan lebih mendekatkan kepada-NYA. Dan bisa jadi pula Allah sudah mengijabah do’a anda namun Allah tidak memberikan sesuai keinginan anda, karena mungkin  permintaan yang anda minta tidak baik untuk anda, bisa jadi Allah sudah meng-ijabah do’a anda dengan yang lebih anda butuhkan atau lebih bermanfaat untuk anda. Namun semua itu tidak anda sadari. Dari itu sekali lagi penulis hanya bisa mengingat kan kepada anda yang sedang di timpa ujian, cobaan dengan berbagai macam problem hidup. Teruslah bersabarlah jangan putus asa dari rahmat Allah.

Dan yang kedua penulis Insyaallah sedang menulis tentang mengkritik yang judul InsyaAllah akan di buat ”melawan arus balik faham mayoritas manusia yang taqlid buta dan fanatik buta”. Buku ini nantinya akan berisi kritikan-kritikan yang bertujuan untuk memurnikan islam dan menghidupkan sunnah dan mematikan bid’ah. Namun dalam pemahaman yang penulis gunakan ini condong menggunakan hasil ijtihad penulis sendiri, namun bukan berarti penulis mengingkari para salaf terdahulu, penulis tetap memegang teguh faham mereka yang tidak menyelisihi syariat islam sesuai firman Allah dalam Qs An-nisa 59.

Namun penulis tidak janji untuk nulis di buku yang terkait dengan judul ”melawan arus balik faham mayoritas manusia yang taqlid buta dan fanatik buta”, karena semua itu  yang penulis khawatirkan ketika penulis mengkritik umat islam mayoritas, membuat waktu penulis habis untuk mengurusi orang lain dan takut lupa dengan kesalahan/kekurangan diri sendiri. Dan manusia boleh bercita-cita setinggi apapun, namun semua itu yang menentukan Allah, penulis sebagai hambanya yang banyak kekurangan dan kelemahan hanya bisa ber angan-angan.

Penulis sekilnya menjahit mau bagaimanapun penulis tetep menekuni dunia jahir, sedangkan menulis itu hanya nyolong waktu sisa-sisa waktu untuk keluarga, kerja, belajar seperti membaca Alquran, membaca buku, dengar kajian dan sejenisnya. Waktu yang tersisa hanya seperti ketika mau tidur namun belum bisa tidur, Dan penulis terkait semua itu hanya bisa mengucapkan Insyaallah.

Wah belum-belum sudah rame dulu😊, seharusnya di rahasiakan jika ada niat membuat karya, tapi tidak apalah hitung-hitung biar di cap seperti orang pintar😂 atau mungkin sebaliknya pembaca cap negatip seperti cari sensasi, sok-sok an, modus dan sejenisnya, silahkan itu hak pembaca.😊💁

Maap pembaca bercanda penulis bukan orang pintar ataupun cerdas, silahkan baca propil penulis dalam blog ini, itu ungkapan yang sebenarnya.

Orang cerdas dan pinter itu seperti yang Rosululloh sabdakan yang artinya: Orang mukmin yang paling utama adalah orang yang paling baik akhlaknya. Orang yang cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik dalam mempersiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan setelah kematian. Mereka adalah orang-orang yang berakal. (HR. Ibnu Majah)

Lanjut mengapa tulisan sebagian besar tidak di publikasikan di blog ini karena buat kejutan ketika sudah di bukuin nanti hehe, tentunya setelah tulisan dalam penyaringan berulang-ulang terlebih dahulu, karena tulisan rata-rata setelah dibaca ulang dan di teliti kembali rata-rata banyak yang dalam pengaturan kata-katanya yang kurang tepat dan masih banyak yang blepotan hehe, jadi malu nih. Ya mohon maklum saja, tulisan seseorang yang hanya tamatan mi kelas 6 yang berusaha menyamai S2 bahkan S3 hehe maap bukan sombong atau sok.

Semoga saja suatu saat ntah 5 tahun lagi atau 10 tahun lagi atau tidak nyampe segitu lamanya Allah mengabulkan, tapi biasanya yang keinginan di sertai ambisi itu tidak berhasil. Namun Insyaallah penulis tidak terlalu ambisi, tapi hanya seseorang yang hanya berusaha membuktikan bahwa pendidikan memang mayoritas bisa di jadikan tolok ukur namun ada juga yang tidak sedikit yang juga tidak bisa di jadikan tolok ukur.

Sudah pasti seorang yang berpendidikan tinggi setingkat S2 bisa di jadikan tolok ukur akan keilmuan, wawasannya dan pengetahuannya namun ada pula yang tidak bisa di jadikan tolok ukur, tidak sedikit penulis jumpai orang-orang bertitle yang masih maap pah-poh, begitupun lulusan hanya setingkat Mi jika di liat dengan kenyataannya memang tidak bisa di jadikan tolok ukur. Makanya penulis ingin berusaha membuktikan bahwa tidak semua yang tidak berpendidikan tidak bisa di jadikan tolok ukur, muter-muter ya, biar pusing yang baca hehe. Wah maap buat pembaca jangan di tertawain ya. Hehe.

Comment

tags:

Populer post