11 Syawwal 1441 H

 755 total views,  3 views today

Oleh: DWIWAP.COM

99% seluruh manusia mayoritas taqlid buta, baik itu pengikut golongan ini-itu, pengikut mazab ini-itu, dan manhaj ini-itu, semua mayoritas taqlid buta, apalagi yang orang kafir nya lebih parah lagi taqlid butanya. Baik itu yang berpendidikan tinggi yang bertitle seperti drs, fropesor, dosen, ustad dan sejenisnya mayoritas mereka semua taqlid buta dan fanatik buta, mereka semua mayoritas termakan katanya-katanya.

Tidak ada yang mau menentang terang-terangan. Mereka semua pasrah dan taqlid buta, ketaqlid buta nya salah satunya yaitu mengakui bahwa adanya agama lain selain islam, kepercayaan kesesatan buatan manusia seperti: hindu, budha, kristen, khatolik dan konghucu dan sejenisnya mereka akui seolah-olah agama ciptaan Allah.

Banyak penulis jumpai yang membela orang kafir ternyata mayoritas dari islam ktp dan ahli bidah dari kalangan pengikut golongan yang saat ini menjadi mayoritas/Nu. Setelah penulis tinjau ternyata pengikut golongan mayoritas tersebut dengan orang kafir tersebut kepercayaan dan prinsipnya 11-12 . Jadi wajar yang membela orang kafir di indonesia rata-rata dari kalangan ahli bidah dari golongan mayoritas/Nu tersebut.

Dan ironisnya syi’ah yang jelas-jelas islam dan bersyahadat malah di kambing hitamkan buat bahan celaan, di pandang sebelah mata, di perangi, di sudutkan dan sejenisnya seolah-olah lebih buruk dari orang kafir. Tidak nyadar pemahaman mereka sebagian mengadopsi dari paham syiah. Padahal mereka hanya dapet dari kebohongan dan katanya-katanya dari si A dan Si B dan seterusnya.

Sungguh ironis yang muslim (syiah) di benci di perangi tapi yang orang kafir di bela mati-matian, itulah yang terjadi pada saat ini. Dan yang tergetol membela orang kafir adalah golongan yang paling mayoritas. Sebagian besar pengikut islam golongan terutama golongan yang paling besar tersebut tidak sadar bahwa mayoritas pemahaman mereka itu mengadopsi dari paham syiah dan tidak sedikit orang-orang syiah menyusup di golongan-golongan mereka yang tidak mereka sadari. Inilah akibat efek fanatik buta dan taqlid buta yang over dosis.

Yang menyampaikan kebenaran di cap pemecah belah, tapi yang jelas-jelas pemecah belah seperti mereka yang mengklaim ngikuti ulama ini dan itu, bermazab ulama ini dan itu, golongan ini dan itu dan sejenisnya malah di cap sebagai pemersatu umat. Inilah maap pembodohan yang saat ini terjadi, ini semua ulah orang-orang yang berpendidikan tinggi baik itu drs, frofesor, dosen, ustad, kiay dan sejenisnya.

Sedangkan yang menunjukkan yang hak malah di cap sebagai pemecah belah umat. Mungkin maksut mereka pemecah belah umat adalah memecahkan masalah. Yaitu memecahkan antara hak dengan yang batil/antara yang benar dengan yang sesat. Seperti bid’ah supaya tidak di campur baurkan ke dalam agama islam yang sudah di klaim sempurna oleh Allah. Dan memecahkan supaya kepercayaan yang di anut orang kafir biar tidak di klaim agama dari Allah. Namum agama buatan manusia yang pada akhirnya di taqlid-i banyak manusia dari jaman ke jaman.

Sungguh ironisnya yang menyebarkan fanatik buta dan taqlid buta bukan orang-orang awam tapi orang-orang yang berpendidikan tinggi setingkat S1, S2, S3 dan yang bertitle lainnya.

Comment

tags:

Post populer