24 Zulhijjah 1441 H

 1,025 total views,  1 views today

Banyak orang pintar memberikan  nasihat,  namun dirinya  sendiri hatinya sulit menerima  nasihat. Bahkan  orang  tersebut  condong menutup diri, bahkan tidak sedikit  mereka mayoritas menghindar dari hal-hal yang berbau nasihat, seperti  mendengar ceramah-ceramah yang  ilmiah, dari buku-buku yang berbau nasihat, dari artikel-artikel yang  bernada nasihat dan sejenisnya.

Banyak  orang  terliat kalem, santun, namun sebenarnya  hatinya keras, mereka  tidak mudah bisa menerima  nasihat dan tidak hobi mendengar nasihat, mereka hatinya mengeras dan sulit menerima nasehat, mereka  mayoritas  condong menutup diri, merasa dirinya  pintar, padahal sebenarnya mereka bodoh, namun tiada  mereka sadari. Diantara mereka  sebagian pintar menasehati, namun dirinya  sendiri tidak  pernah mau dengar nasehat/di nasihati. Mereka  mayoritas biasanya sok pintar jika berbicara karena daya bicaranya pandai, tidak sedikit  penulis terkadang  terbodohi oleh mereka  ketika diskusi di dunia nyata. Namun penulis banyak mengiyakan dan merendahkan hati ketika berjumpa dengan orang-orang seperti itu.

Banyak orang riya’ ketika beribadah terutama  sholat ketika di masjid terlihat khusyu namun ketika sendirian dirumah sholatnya bagaikan kilat, banyak orang kepala diikat sorban, berpeci putih, berpakaian islami berzikir sambil berjalan membawa tasbeh, namun ketika sendirian sholat dirumah setelah sholat langsung cabut. Semua ini jarang ada yang menyadari, bersyukurlah jika diantara pembaca ada yang menyadari.

Banyak orang ahli bid’ah, namun tidak mau mengakui dan menyadari dirinya ahli bid,ah, maunya di sebut ahli sunnah, padahal prakteknya jauh dari sunnah, yang terjadi dalam mayoritas justru menyelisi sunnah itu sendiri, sungguh ironis. Alhamdulillah penulis mau menyadari bukan seorang ahli bid’ah maupun ahli sunnah maupun ahli ibadah, namun hanya orang yang berusaha menjadi ahli sunnah dan ahli ibadah, meskipun belum 100% menjadi ahli sunnah dan ahli ibadah, namun setidaknya sudah berusaha. Bagaimana mau menjadi ahli sunnah dan ahli ibadah kalau sunnah jarang di praktekkan, hanya praktek di bibir dan sholat berjamaah di masjid masih sering terabaikan, namun setidaknya tidak ngutamain bid’ah dan juga setidaknya sudah menyadari, baca di propil.

Banyak orang munafik, namun tidak sadar dirinya munafik, sungguh beruntung dan bersyukurlah bagi yang sudah menyadari dirinya munafik, sehingga mempermudahkan untuk memperbaikinya semoga lambat laun bisa meninggalkan kemunafikan itu dengan sebenar-benarnya. Bagi yang menutup diri tidak mau merasa dirinya munafik, padahal dirinya munafik, tidak mau merendahkan hati bahwa dirinya munafik maka selamanya dirinya akan di perbudak kemunafikan yang tiada mereka sadari. Tidak mau mendengarkan nasihat-nasihat yang ilmiah mencukupkan diri atas pengetahuan yang di milikinya, maka selamanya mereka tidak akan menyadari bahwa hidupnya penuh kemunafikan. Semoga kita semua terhindar dari kemunafikan tersebut. Aamiin.

Banyak orang merasa benar, namun sebenarnya banyak salahnya, sehingga banyak merendahkan yang lain. Sedikit melihat  kesalahannya sendiri. Namun jarang ada yang menyadarinya, namun Subhanallah penulis menyadari, meskipun penulis tidak merasa benar namun yang ada di cap sok paling benar, baca di profil.

Banyak orang egonya tinggi, temperamen  namun tiada menyadarinya, hingga
merasa paling baik di antara yang lain. Lupa bercermin, namun sibuk berprasangka buruk kepada yang Lain.

Banyak orang berilmu tinggi, dan ilmunya tersebut membuatnya menjadi sombong yang tiada mereka sadari, memandang yang lain rendah terhadap yang berbeda dengannya.

Banyak  orang lidahnya  makin lincah membicarakan aib orang lain,
namun lupa dengan aibnya sendiri yang menggunung, namun tiada  mereka  sadari. Tidak sedikit diantara mereka yang  hobi membicarakan aib orang lain. Bahkan menghabiskan waktu hingga berjam-jam untuk ngerumpi membicarakan aib orang lain, padahal aibnya lebih buruk dari yang di rumpikan. Nauzubillah.

Banyak yang hebat dalam berkata-kata, dalam berbicara, dalam berpidato, dalam berceramah, namun dirinya sendiri tidak melaksanakan atau memraktekkan apa yang di ucapkannya, teori memang mudah, namun pelaksanaannya yang sulit . Namun tidak banyak yang menyadari. Semoga segera banyak yang menyadari.

Banyak orang cerdas dalam mengkritik, cerdas dalam berusaha, namun lemah dalam berusaha mengkoreksi diri sendiri. Namun tidak banyak orang yang menyadari.

Banyak orang membenci dosa orang lain, namun saat dirinya sendiri berbuat dosa, mereka  enggan membencinya. Bahkan merasa dirinya tidak banyak salah dan dosa.  Alhamdulillah penulis mengakui bahwa orang yang paling banyak salah dan dosa. Baca di profil.

Adakah diantara pembaca yang berani menyadari akan kesalahan, dosa, aib sendiri sebelum  pandai mengoreksi orang lain? Penulis  rasa jarang ada. Mulai sekarang  bermuhassabah dirilah.

Adakah di antara  pembaca yang selalu menyadari bahwa sebenarnya keras kepala dan keras hati yang tidak mudah mau menerima  nasihat, tidak hobi dengar nasihat, merasa sudah pinter, ngerti dengan segala hal? Penulis rasa jarang ada mereka  mayoritas condong menutup diri. Dan merasa  dirinya pinter padahal awam.

Apakah seorang sebagian para ustadz luput dari semua itu? Tidak. Tidak sedikit diantara ustadz baik itu dari ustadz pengikut islam golongan yang ahli bid’ah maupun bukan ahli bid’ah ataupun yang salafi, mereka tidak luput dari perihal diatas. Tidak sedikit diantara mereka condong menutup diri, bahkan tidak mau diberikan masukan atau nasehat, mayoritas mereka langsung memblokir jika menemukan hal nasihat yang tidak sesuai dengan hatinya.

Semoga ALLAH Subhana Wa Ta’alla :
Senantiasa menyadarkan kita semua  sehingga lebih rajin instrospeksi diri daripada mengurusi orang lain dan yang  lebih penting tidak menutup diri, selalulah merasa ingin tau tentang ilmu pengetahuan agama terutama yang sar’i. Bukan rasa ingin tahu akan kesalahan, aib/masalah pribadi orang lain atau ngorek kesalahan-kesalahan orang lain yang belum tentu perilaku dan tutur kita lebih baik darinya . Aamin

Ditulis oleh: Dwiwap.com

Comment

tags:

Post populer